Cuaca Panas, Penjualan AC Meningkat 33%!


Cuaca Panas, Penjualan AC Ganas

Jakarta – Cuaca panas yang berlangsung pada periode sekitar bulan Maret-April 2010 telah mendongkrak penjualan produk pendingin udara atau air conditioner (AC). Selama Maret 2010 saja, penjualan ACE melonjak hingga 33,6%.

Penjualan AC diperkirakan akan mengalami kenaikan sedikitnya 20% pada periode tahun 2010 ini, seiring munculnya fenomena cuaca panas.

“Untuk AC secara keseluruhan tahun 2010 trennya akan naik, secara musim panas ini naik sekitar 15%-20%. Salah satu faktonya adalah efek panas,” kata Sekjen Electronic Marketer Club (EMC) Agus Suyanto saat dihubungidetikFinance, Selasa (4/4/2010).

Meski pada bulan April 2010 ini data penjualan resmi EMC belum keluar, ia optimistis peningkatan penjualan AC akan masih yang tertinggi dibandingkan produk-produk elektronika lainnya.

Sebelumnya EMC mencatat nilai penjualan elektronik pada triwulan I-2010 mencapai Rp 5,80 triliun atau melonjak 32% dibandingkan periode triwulan I-2009 yang hanya sebesar Rp 4,38 triliun.

Kenaikan tertinggi pada triwulan I-2010 terjadi pada penjualan produk AC  yang mencapai 65% dari  periode yang sama tahun 2009, yaitu  dari 209.828 unit  menjadi 347.132 unit.

Sementara untuk penjualan AC pada bulan Maret 2010 mencapai 139.250 unit atau naik dari bulan Februari yang hanya 104.237 unit sebesar 33,6%.

Public Relation & Marketing Event Manager PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) Santo Kadarusman mengamini adanya tren kenaikan penjualan AC di beberapa bulan terakhir terutama di bulan April 2010.

“Penjualan khusus AC sangat bagus sekali, karena musim panas,” katanya.

Kondisi cuaca sangat panas mulai Maret dan memuncak pada Mei yang dirasakan masyarakat di khatulistiwa disebabkan saat ini matahari sedang bergeser dari selatan ke utara. Hal ini menyebabkan bulan Maret-April 2010 menjadi bulan terpanas.

Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN Thomas Djamaluddin Thomas mengatakan pada saat matahari berada di belahan selatan (Desember-Februari), musim panas di belahan selatan dan musim dingin di belahan utara menyebabkan angin bertiup dari belahan utara ke selatan. Angin bertiup dari arah Timur Laut dari Pasifik membawa uap air, mengarah ke Selatan-Tenggara menyebabkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Selain itu, angin dari belahan utara yang sedang musim dingin juga memberi efek pendinginan di Indonesia. Lalu Maret hingga Mei, matahari beralih ke utara. Pola pemanasan berubah. Wilayah paling panas ada di sekitar khatulistiwa, di Indonesia,” jelas Thomas.

Thomas mengatakan pada bulan April tidak ada fenomena jarak bumi-matahari makin dekat. Kalau pun bumi berada pada jarak terdekat dengan matahari, radiasinya tidak signifikan variasinya.

sumber: detik.com

~ by squeelink on 0404/0505/2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: