Pengembang Kembangkan Konsep Baru


Pengembang Kembangkan Konsep Baru

Tooltip

Ilustrasi

Properti sektor komersial (mal, trade center, perkantoran, dan sejenisnya) masih menjadi primadona pengembang. Khusus mal, dengan tingkat okupasi yang tinggi, bakal makin menggoda pengelola pusat perbelanjaan untuk terus berekspansi membuka lahan baru.

Menurut Herully Suherman, Wakil Kepala Direktur Riset PT Procon, beberapa pengembang raksasa pasti makin jor-joran merangsek pasar sektor komersial, terutama mal. Pasar mal bakal makin tak terbendung karena didukung pertumbuhan tenan yang makin subur.

Tingginya tingkat okupasi mal, menurut Heruly, tak bisa dilepaskan dari kejelian perusahaan properti yang menawarkan konsep berbeda. Mal kini didesain lebih bercorak lifestyle dan entertainment. Mal yang berusia tua dirombak agar lebih modern dan lifestyle.

Lihat saja, Mal Grand Indonesia, Mal FX, Pacific Place, Podomoro City, Senayan City, Pluit Junction, Emporium Pluit, atau Seasons City, yang didesain sebagai sarana kongko-kongko daripada sekadar pusat belanja. “Dengan konsep seperti itu, tingkat okupasi mal di Jabodetabek pada kuartal I-2011 lalu mencapai 84 persen. Pada periode yang sama tahun lalu okupasi mal tercatat 81 persen,” kata Herully, belum lama ini.

Pasokan ritel selama kuartal I-2011 mencapai 3,63 juta meter persegi (m2), tumbuh 4,8 persen dibandingkan dengan periode sama 2010. Tarif sewa juga meningkat. Mal yang berlokasi di kawasan bisnis di Jakarta menaikkan tarif sewa hingga sekitar 10 persen.

Sementara itu, lembaga Cushman & Wakefield Indonesia memantau pada kuartal pertama tahun ini tarif sewa dasar mal 600.300 rupiah per m² per bulan. Tarif ini tumbuh 0,4 persen dibanding kuartal IV-2010. Tarif tersebut berlaku untuk toko-toko specialty yang memiliki letak premium di lantai dasar.

Dengan potensi bisnis yang masih cerah itu, sejumlah pengembang gencar melakukan ekspansi berupa perluasan lahan sewa. Aksi ini antara lain dilakukan pengembang yang sejak lama memfokuskan bisnisnya dalam bidang tersebut, yakni PT Plaza Indonesia Realty Tbk.

Salah satu pusat perbelanjaan (shopping center) garapan perseroan tersebut adalah Plaza Indonesia yang telah berdiri 20 tahun lalu. Plaza Indonesia menjadi acuan belanja retail kelas atas yang setara dengan adibusana, gaya hidup, keanggunan, dan kualitas internasional.

Berdiri di atas lahan seluas 62.747 meter persegi, tingkat okupasi lahan sewa Plaza Indonesia hingga April 2011 naik 10 persen mencapai 96,93 persen atau seluas 42.563 meter persegi (m2) dibanding periode yang sama 2010 lalu yang hanya mencapai 95,83 persen atau seluas 42.325 m2.

Kenaikan secara siginifkan terjadi sejak Plaza Indonesia melakukan perluasan pada 2009 dalam memenuhi semakin tingginya permintaan pelanggan dan penyewa dengan menambahkan ruang sewa seluas 24.672 meter persegi yang meliputi enam lantai.
Mia Egro, Direktur dan Chief Commercial PT Plaza Realty Tbk, mengemukakan angka tersebut tercapai di tengah relokasi lima penyewa dan persiapan pembukaan gerai 34 gerai baru sejak akhir 2010 lalu dengan pemasukan sewa rata-rata tetap stabil pada angka 41,10 dollar AS dibanding 41,27 dollar AS pada tahun sebelumnya

“Kini kami juga tengah menyiapkan 60 gerai baru ditambah tujuh gerai yang direlokasi yang tengah berlangsung saat ini. Hal itu kami lakukan untuk memperluas jaringan pasar. Harga sewa pada tahun ini memang mengalami kenaikan dibanding 2010. Kenaikan tahun ini persisnya berapa belum tahu karena gerainya tengah disiapkan, tiap tahunnya memang mengalami kenaikan,” kata Mia Egro.

Ia menambahkan sejak perluasan Plaza Indonesia dilaksanakan 2009 hingga 2011, telah menghasilkan angka perolehan yang mengesankan dengan membukukan kenaikan drastis pada tingkat sewa rata-ratanya dari 58 persen ke 92,63 persen, dengan tingkat rata-rata pemasukan sewa meningkat dari 24 dollar AS menjadi 27,50 dollar AS.

Dalam kesempatan yang sama Corporate Affairs Director PT Plaza Realty Tbk Arnes Lukman mengemukakan bersamaan dengan perluasan lahan sewa dan persiapan penambahan 60 gerai baru dan 7 yang direlokasi, maka total jumlah tenan hingga saat ini mencapai 429 gerai. Tiga tahun lalu, Plaza Indonesia hanya menampung 250 gerai.

“Pertumbuhan tenan juga dibarengi dengan peningkatan jumlah pengunjung yang sejak awal 2011 ini sampai akhir tahun kami perkirakan meningkat 20 persen,” kata Arnes.

Ia menambahkan sejak perluasan pusat perbelanjaan Plaza Indonesia diberlakukan telah menghadirkan 27 konsep baru ke dalam daftar gerainya, termasuk di antaranya nama-nama terkenal di bidang makanan dan minuman, yakni Zenbu, Bistro Baron, dan Kitchenette. Tak ketinggalan sejumlah nama kuat seperti DKNY Jeans dan Goods Dept by Brightspot mengisi deretan tenan di Plaza Indonesia

Sejumlah merek internasional lainnya yang mengisi ruang sewa sejak awal tahun ini seperti Mondial, Bally, Francesco Biasia, Y-3, John Hardy, Christofle, dan Philippe Charriol, DIY Store Home Fix, demikian juga waralaba makanan dan minuman serta produk kecantikan. Menurut Arnes merek-merek Din Tai Fung, toko produk kecantikan Cle De Peau, dan tak ketinggalan merek lokal yang membuka gerai mereka di pusat perbelanjaan ini seperti Lennor dan (x) s.M.L. Accessories, serta Superdry.

“Kompetisi pusat belanja kelas atas sangat ketat, jadi kami memandang perlu merenovasi dan meremajakan Plaza Indonesia. Fasad dan interior kami utamakan sehingga memiliki daya saing yang tinggi. Kami melakukan ini karena kebutuhan market dan juga mengakomodasi calon tenan yang berminat membuka gerainya di sini,” tambah Arnes.

Sejalan dengan pertumbuhan luas lahan sewa, pendapatan gabungan kotor dari Plaza Indonesia maupun perluasannya per 2010 tercatat pada angka 343 miliar rupiah, meningkat 22 persen dari pendapatan kotor tahun lalu sebesar 282,5 miliar rupiah.

Sebagian besar penyewa mal yang menyerap pasokan ini bergerak di bidang busana dan makanan. “Peningkatan ini disebabkan peretail optimismis ada pertumbuhan bisnis tahun 2011-2012 sehingga mereka membuka gerai baru di mal,” katanya.

Untungkan Tenan

Di tempat berbeda, kenaikan lahan sewa juga terjadi, semisal Mal Senayan City Jakarta, hingga saat ini harga sewa di Senayan City naik sebanyak 5 persen mencapai 800 hingga 1,2 rupiah per meter persegi. Kenaikan harga sewa di mal ini tak kurang dari 5 persen.

Sri Ayu Ningsih, Public Relation dan Tenant Relation Manager Senayan City, mengemukakan harga sewa meningkat sekali dalam lima tahun yang dibarengi dengan usaha dari pihak mal untuk menambah jumlah pengunjung sehingga tenan-tenan dapat meraup untung yang besar.

Menurut Sri, saat ini rata-rata pengunjung Senayan City pada hari biasa mencapai 85 ribu orang dan pada akhir pekan mencapai 100 ribu orang, sementara saat liburan panjang bisa terdongkrak 40 persen dari pengunjung akhir pekan atau sekitar 140 ribu orang.

Teges soraya, Public Relation Grand Indonesia juga mengemukakan tentang naiknya harga sewa di Grand Indonesia Shopping Mall. Kenaikan harga sewa 5% ini telah diberlakukan semenjak awal tahun ini. Teges pun mengungkapkan bahwa rata-rata pengunjung Grand Indonesia Shopping Mall pada hari biasa mencapai 75 ribu orang dan pada akhir pekan mencapai 125ribu orang.

Di tempat lainnya kenaikan harga lahan sewa terjadi seperti Mal Metropolitan yang meningkatkan harga sewa sekitar 5 sampai 10 persen tahun ini, sejalan dengan renovasi mal yang dilakukan secara bertahap oleh Mal Metropolitan untuk menambah jumlah pengunjung. Presiden Direktur PT Metropolitan Land, Nanda Widya mengemukakan saat ini, rata-rata peningkatan omzet Mal Metropolitan sebesar 30 persen tiap tahun.

Meski harga sewa naik, menurut Nanda, tingkat okupasi di Mal Metropolitan telah mencapai 100 persen tahun ini, dengan tingkat rata-rata pengunjung mencapai sekitar 30 sampai 40 ribu orang pada hari biasa dan 50 hingga 60 ribu orang pada akhir pekan. Pada saat libur panjang, seperti lebaran, pengunjung Mal Metropolitan bisa melonjak jadi 80 hingga 100 ribu orang. had/E-6

~ by squeelink on 1515/0303/2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: